MALANGPOST – Malang Post menggelar pemutaran film dan diskusi film
dokumenter Boso Walikan Malang ‘Nendes Kombet’ dikemas dalam Jagongan
Gayeng di Kantor Malang Post lantai 3 Jalan Raya Sawojajar 1-9,
Cluster Apple Ruko WOW, Sawojajar Malang, Jumat malam mulai pukul
19.30 WIB besok.
Ketua panitia Vandri Van Battu menjelaskan kegiatan ini digelar
bekerjasama dengan Dewan Kesenian Malang dan Mandala Buddhaya. Sebagai
nara sumber sutradara film dokumenter Nendes Kombet Sa’idah Fitriah,
Arkeolog UM Dwi Cahyono dan wartawan senior Malang Post Husnun N
Djuraid.
Sa’idah Fitriah menambahkan Nendes Kombet merupakan film dokumenter tentang eksistensi ‘Boso Walikan Malang’ sebagai bahasa kebanggaan Arema ‘Arek Malang’ yang sudah ada sejak perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. ‘Boso Walikan’ ini awalnya memiliki fungsi awal sebagai bahasa sandi. Tapi karena trendnya, hingga kini ‘Boso Walikan’ tersebut banyak digunakan sehari-hari dan menjadi bahasa yang mampu menciptakan rasa ‘Satu Jiwa’.
“Di film ini akan diceritakan sejarah bagaimana awal ‘Boso Walikan’ dibuat, dan eksistensinya hingga saat ini,’’ katanya.Dipaparkan, dalam film ini banyak tokoh Malang yang dihadirkan, diantaranya adalah Ade d’Kross (dembina d’Kross Community), A Effendi Kadarisman MA, Ph.D (Pakar Linguistik), Abdul Wahab Adhinegoro (pengacara dan Penulis ‘Bahasa Malangan Bukan Sekedar Bahasa Walikan), Cak Kandar dan masih banyak lagi.
Jagongan Gayeng ini di Malang Post, karena korane Arek Malang ini juga menerapkan Bahasa Walikan setiap harinya. Melalui rubrik Ebes Ngalam, redaksi menghadirkan bahasa walikan itu kepada pembaca.
“Selain nonton bareng film dokumenter dan diskusi, juga ada hiburan yaitu musik akuistik dari Dewan Kesenian Malang (DKM),’’ terang Vandri seraya mengatakan peserta yang ingin hadir bisa menghubungi nomor telepon 081-334-762-556 (Vandri Battu), 081-393-800-999 (Johny Suhermanto, Sekjen DKM), 0818-0323-0472 (Abdul Malik).(ira/nug)
Sa’idah Fitriah menambahkan Nendes Kombet merupakan film dokumenter tentang eksistensi ‘Boso Walikan Malang’ sebagai bahasa kebanggaan Arema ‘Arek Malang’ yang sudah ada sejak perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. ‘Boso Walikan’ ini awalnya memiliki fungsi awal sebagai bahasa sandi. Tapi karena trendnya, hingga kini ‘Boso Walikan’ tersebut banyak digunakan sehari-hari dan menjadi bahasa yang mampu menciptakan rasa ‘Satu Jiwa’.
“Di film ini akan diceritakan sejarah bagaimana awal ‘Boso Walikan’ dibuat, dan eksistensinya hingga saat ini,’’ katanya.Dipaparkan, dalam film ini banyak tokoh Malang yang dihadirkan, diantaranya adalah Ade d’Kross (dembina d’Kross Community), A Effendi Kadarisman MA, Ph.D (Pakar Linguistik), Abdul Wahab Adhinegoro (pengacara dan Penulis ‘Bahasa Malangan Bukan Sekedar Bahasa Walikan), Cak Kandar dan masih banyak lagi.
Jagongan Gayeng ini di Malang Post, karena korane Arek Malang ini juga menerapkan Bahasa Walikan setiap harinya. Melalui rubrik Ebes Ngalam, redaksi menghadirkan bahasa walikan itu kepada pembaca.
“Selain nonton bareng film dokumenter dan diskusi, juga ada hiburan yaitu musik akuistik dari Dewan Kesenian Malang (DKM),’’ terang Vandri seraya mengatakan peserta yang ingin hadir bisa menghubungi nomor telepon 081-334-762-556 (Vandri Battu), 081-393-800-999 (Johny Suhermanto, Sekjen DKM), 0818-0323-0472 (Abdul Malik).(ira/nug)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar